Tak gubris peringatan tiga kali, Kominfo cabut izin frekuensi tiga perusahaan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan tindakan tegas terhadap tiga perusahaan yang menunggak bayaran sejak 2016. Setelah memberikan peringatan hingga tiga kali namun tak juga digubris, Kominfo memutuskan untuk mencabut Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR) 2,3 GHz dari PT First Media Tbk (KBLV), PT Internux, dan PT Jasnita Telekomindo.

Direktur Operasi Sumber Daya Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo Dwi Handoko bilang pencabutan izin dilakukan lantaran ketiga perusahaan belum menunaikan pembayarannya yang telah jatuh tempo Sabtu (17/11) kemarin.

“Sudah ada tiga kali Surat peringatan yang kami kirim, terakhir itu pada 9 November, dan sampai jatuh tempo Sabtu (17/11) kemarin pukul 23:59 kami juga belum menerima pembayaran,” katanya saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (18/11).

Sebagaimana ketentuan pasal 21 ayat (1) huruf f Permenkominfo 9/2018 tentang Ketentuan Operasional Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio, pemegang izin yang selama dua tahun dari tanggal jatuh tempo tak membayar biaya pengguna memang harus dicabut izin penggunaannya.

Ketiga perusahaan ini sendiri merupakan bagian dari enam perusahaan pemenang lelang frekuensi 2,3 GHz pada 2009 lalu. Tiap tahunnya masing-masing perusahaan dibebankan biaya penggunaan frekuensi yang paling lambat dibayarkan pada 17 November tiap tahunnya.

Sementara frekuensi 2,3 GHz milik First Media diselenggarakan di Zona 1 yaitu wilayah Sumatera bagian utara, dan Zona 4 di Jabodetabek, dan Banten. Internux di Zona 4 Jabodetabek dan Banten. Serta Jasnita di Zona 12 Sulawesi bagian Utara.

Nah, tagihan sejak 2016 dan 2017 yang belum dibayarkan First Media adalah Rp 364,84 miliar, Internux senilai Rp 343,57 miliar, dan Jasnita sebesar Rp 2,19 miliar.

“Karena tanggal jatuh temponya hari Sabtu (17/11), maka pencabutan izin akan kita lakukan pada hari kerja, Senin (19/11) besok,” sambung Dwi.

Sementara itu Kepala Bagian Bantuan Hukum SDPPI Kominfo Fauzan Priyadhani bilang lantaran telah melewati jatuh tempo tagihan 2018, maka ketiga perusahaan tersebut telah menunggak biaya penggunaan selama tiga tahun, sejak 2016-2018.

“Tagihan tahun 2018, jatuh temponya Sabtu (17/11) kemarin ya, jadi sekarang tunggakannya untuk tiga tahun, nilai tunggakannya masih harus diperiksa lagi, tapi untuk First Media kurang lebih ada senilai Rp 490 miliar, dan Internux Rp 438 miliar,” kata Fauzan kepada Kontan.co.id.

Terkait pembayaran telat, dan ancaman pencabutan izin, Kontan.co.id telah berupaya meminta konfirmasi dari Presiden Direktur Harianda Noerlan. Namun ia yang merespon panggil dan pesan pendek yang dikirimkan.

Setali tiga uang, Kuasa Hukum First Media Nien Rafles Siregar dari Kantor Hukum Siregar Setiawan Manalu Partnership juga enggan memberikan tanggapannya.

“Mohon maaf, nanti kalau ada pernyataan pun pasti dari First Media langsung, ya,” balas pesan pendeknya.

Asal tahu, First Media dan Internux merupakan perusahaan terafiliasi. Pada 2014, First Media mengakuisisi 69,04% saham PT Mitra Mandiri Mantap yang merupakan induk Internux.

Sementara dari Laporan Keuangan First Media Triwulan II/2018 struktur kepemilikan telah berubah menjadi Mitra Mandiri memiliki 75,96% saham Internux dimana Mitra Mandiri dimiliki 99,9% oleh First Media.

Dalam pernyataan resmi First Media melalui konsultan komunikasinya, Jumat (16/11) bilang perkara frekuensi 2,3 GHz ini sejatinya tak akan membuat layanan ke pelanggan terganggu.

Sebab selain memanfaatkan Frekuensi 2,3 GHz, layanan First Media juga mengandalkan kabel serat optik. Penyedia layanan ini sendiri dikelola oleh entitas anak First Media lainnya, PT Link Net Tbk (LINK).

Sebagai tambahan, First Media dan Internux sejatinya juga telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Niatnya untuk membatalkan surat-surat Kominfo terkait pencabutan izin frekuensi 2,3 GHZ tersebut.

“Dengan demikian, Gugatan TUN tersebut tidak berdampak apapun terhadap layanan TV Cable & Fixed Broadband Cable Internet First Media yang disediakan oleh Link,” tulis First Media.

Reporter: Anggar Septiadi
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Reporter: Anggar Septiadi
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Video Pilihan

Pemerintah luncurkan paket kebijakan ekonomi jilid XVI

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah terus melakukan upaya untuk menghadapi neraca dagang dan transaksi yang masih defisit. Untuk itu pemerintah meluncurkan  paket kebijakan ekonomi jilid XVI.

Kebijakan ini diumumkan di Kantor Presiden, Jumat (16/11). Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, ada tiga poin dalam paket kebijakan ini.

Pertama, memperlua fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan (tax holiday) untuk mendorong investasi langsung pada industri perintis dari hulu hingga hilir guna mendorong pertumbuhan ekonomis.

Dalam hal ini pemerintah yah menyempurnakan ketentuan sebagaimana diatur dalam PMK 35/2018. Kedua, pemerintah kembali merelaksasi daftar negatif investasi (DNI).

Hal ini untuk membuka kesempatan bagi pengamanan modal dalam negeri, termasuk UMKM dan Koperasi yang masuk ke seluruh di bidang usaha.

Selain itu pemerintah yah memperluas kemitraan bagi UMKM dan Koperasi untuk bekerjasama agar usahanya dapat naik ke tingkat yang lebih besar.

Ketiga, pemerintah memperkuat devisa sebagai pemberian insentif perpajakan.  Pengendalian ini berupa kewajiban untuk memasukkan DHE dari ekspor barang-barang hasil sumber daya alam seperti pertimbangan, perkebunan, kehutanan dan perikanan

Insentif perpajakan berupa pemberian tarif di finall pajak penghasilan atas deposito. Kewajiban untuk memasukkan DHE ini tidak menghalangi keperluan pribadi yang bersangkutan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban valasnya.

Reporter: Sinar Putri S.Utami
Editor: Yudho Winarto

Reporter: Sinar Putri S.Utami
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

Kemnag: Sejak 2015 dirilis, pengunduh aplikasi Haji Pintar capai 100.000 kali

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Agama (Kemnag) tengah mengembangkan aplikasi Haji Pintar guna memberikan kemudahan yang lebih maksimal lagi bagi jemaah. Untuk itu, berbagai terobosan disiapkan agar informasi yang diakses lebih cepat.

Direktur Pelayanan Haji Kemnag Luar Negeri Sri Ilham Lubis mengatakan, saat ini informasi yang ada dalam aplikasi Haji Pintar memang lebih banyak dimanfaatkan oleh jemaah haji ketika di tanah suci.

Mulai dari layanan akomodasi, transportasi bus shalawat, jadwal penerbangan, hingga video tutorial layanan. Menurutnya sejak pertama kali dirilis pada 2015 lalu hingga hari ini, aplikasi Haji Pintar  telah diunduh sebanyak 100.000 kali.

“Belum semua jemaah haji kita menggunakan aplikasi ini. Lebih banyak Ketua Regu atau Ketua Rombongan,” kata Sri Ilham dalam siaran pers, Selasa (13/11).

Hal ini disebabkan masih banyak jemaah Indonesia yang mayoritas lansia belum terbiasa dengan penggunaan ponsel pintar. Ia pun berharap, pengembangan aplikasi Haji Pintar yang dilakukan dapat memuat informasi persiapan ibadah haji.

“Jadi sejak di tanah air, jemaah haji kita yang mengantre pun dapat memiliki pengetahuan tentang ibadah haji. Saat ini di Haji Pintar juga sudah tersedia ensiklopedia haji melalui fitur Haji Pedia. Ini salah satu fitur yang sebenarnya dapat dimanfaatkan calon jemaah haji,” imbuhnya.

Reporter: Umi Kulsum
Editor: Yudho Winarto

Reporter: Umi Kulsum
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

Hari Pahlawan, JK serahkan bantuan kepada veteran kemerdekaan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan bantuan kepada keluarga pahlawan nasional, perintis kemerdekaan, dan janda perintis Kemerdekaan di Gedung Konvensi TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Bantua diberikan setelah upacara Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta, Sabtu (10/11).

Bantuan yang diberikan senilai Rp 2 juta, yang masing-masing diberikan kepada para veteran dan keluarga pahlawan nasional. Adapun penyerahan secara simbolis diberikan kepada keluarga Saharto Sahardjo (anak dari Pahlawan Nasional Dr. Sahardjo).

Selain itu untuk perintis kemerdekaan secara simbolis diterima oleh Nojimin Parjer. Kemudian janda Perintis Kemerdekaan diwakili Isah Jolon. Selain itu, Wakil Presiden juga menyerahkan alat bantu kesehatan berupa kursi roda 11 unit. Selanjutnya alat Bantu dengar 12 unit, serta tongkat kursi 6

buah. Dalam kesempatan, Wapres itu juga memberikan bingkisan secara simbolis yang diterima oleh Ibu Siti Rokayah istri Pahlawan Nasional Idham Chalid. Sebelumnya, Wapres beserta para peserta upacara peringatan hari Pahlawan telah menaburkan karangan bunga ke makam para pahlawan TMP Kalibata, salah satunya mantan Wakil Presiden Adam Malik periode 1978 hingga 1983, Hasri Ainun Habibe istri BJ Habibie. (Reza Jurnaliston)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Wapres Serahkan Bantuan Kepada Para Veteran Kemerdekaan”

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan bantuan kepada keluarga pahlawan nasional, perintis kemerdekaan, dan janda perintis Kemerdekaan di Gedung Konvensi TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Bantua diberikan setelah upacara Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta, Sabtu (10/11/2018). Bantuan yang diberikan senilai Rp 2 juta, yang masing-masing diberikan kepada para veteran dan keluarga pahlawan nasional. Adapun penyerahan secara simbolis diberikan kepada keluarga Saharto Sahardjo (anak dari Pahlawan Nasional Dr. Sahardjo). Selain itu untuk perintis kemerdekaan secara simbolis diterima oleh Nojimin Parjer. Kemudian janda Perintis Kemerdekaan diwakili Isah Jolon. Selain itu, Wakil Presiden juga menyerahkan alat bantu kesehatan berupa kursi roda 11 unit. Selanjutnya alat Bantu dengar 12 unit, serta tongkat kursi 6 buah. Dalam kesempatan, Wapres itu juga memberikan bingkisan secara simbolis yang diterima oleh Ibu Siti Rokayah istri Pahlawan Nasional Idham Chalid. Sebelumnya, Wapres beserta para peserta upacara peringatan hari Pahlawan telah menaburkan karangan bunga ke makam para pahlawan TMP Kalibata, salah satunya mantan Wakil Presiden Adam Malik periode 1978 hingga 1983, Hasri Ainun Habibe istri BJ Habibie.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Wapres Serahkan Bantuan Kepada Para Veteran Kemerdekaan”, https://nasional.kompas.com/read/2018/11/10/10184311/wapres-serahkan-bantuan-kepada-para-veteran-kemerdekaan.
Penulis : Reza Jurnaliston
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan bantuan kepada keluarga pahlawan nasional, perintis kemerdekaan, dan janda perintis Kemerdekaan di Gedung Konvensi TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Bantua diberikan setelah upacara Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta, Sabtu (10/11/2018). Bantuan yang diberikan senilai Rp 2 juta, yang masing-masing diberikan kepada para veteran dan keluarga pahlawan nasional. Adapun penyerahan secara simbolis diberikan kepada keluarga Saharto Sahardjo (anak dari Pahlawan Nasional Dr. Sahardjo). Selain itu untuk perintis kemerdekaan secara simbolis diterima oleh Nojimin Parjer. Kemudian janda Perintis Kemerdekaan diwakili Isah Jolon. Selain itu, Wakil Presiden juga menyerahkan alat bantu kesehatan berupa kursi roda 11 unit. Selanjutnya alat Bantu dengar 12 unit, serta tongkat kursi 6 buah. Dalam kesempatan, Wapres itu juga memberikan bingkisan secara simbolis yang diterima oleh Ibu Siti Rokayah istri Pahlawan Nasional Idham Chalid. Sebelumnya, Wapres beserta para peserta upacara peringatan hari Pahlawan telah menaburkan karangan bunga ke makam para pahlawan TMP Kalibata, salah satunya mantan Wakil Presiden Adam Malik periode 1978 hingga 1983, Hasri Ainun Habibe istri BJ Habibie.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Wapres Serahkan Bantuan Kepada Para Veteran Kemerdekaan”, https://nasional.kompas.com/read/2018/11/10/10184311/wapres-serahkan-bantuan-kepada-para-veteran-kemerdekaan.
Penulis : Reza Jurnaliston
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Sumber : Kompas.com
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sumber : Kompas.com
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Video Pilihan

Kepastian penghentian pencarian korban JT 610 diputuskan hari ini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tim SAR Gabungan telah memperoleh total 186 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 hingga Rabu (7/11) pagi. 

Terbaru, dua kantong jenazah tambahan tiba di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok pada Selasa (6/11) malam menggunakan Kapal RB 206 Bandung. 

“Kapal RB 206 Bandung tiba di Dermaga JICT 2 dengan membawa 2 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban,” demikian tulisan dari papan pengumuman Pergerakan Operasi SAR di Dermaga JICT 2. 

Dengan demikian, ada 22 kantong jenazah yang diperoleh pada Selasa kemarin. Kantong-kantong jenazah itu sudah dibawa ke RS Polri untuk diidentifikasi. 

Hari ini dijadwalkan menjadi hari terakhir proses pencarian setelah diperpanjang sejak Minggu (4/11) lalu. 

Namun, kepastian selesainya pencarian baru akan diputuskan oleh Basarnas hari ini. 

Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang sebelumnya jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi, tepatnya 13 menit setelah mengudara. Pesawat itu mengangkut 181 penumpang dan 8 awak. Semua penumpang dan awak diduga tewas dalam kecelakaan itu. (Ardito Ramadhan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sampai Rabu Pagi, 186 Kantong Jenazah JT 610 Diperoleh Tim SAR”

Sumber : Kompas.com
Editor: Sanny Cicilia

Sumber : Kompas.com
Editor: Sanny Cicilia